Dalam tataran ini, seorang mahasiswa tengah mengalami situasi ‘gowerfenhit’ (keterlemparan) dari pendidikan di sekolah menengah. Kenyataan ini mengakibatkan tuntutan yang jauh lebih besar. Tuntutan ini berupa kemampuan untuk memiliki curiosity (rasa ingin tahu). Pada tahap ini, ia akan mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk memperoleh data yang cukup dalam pergulatan pembelajarannya. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan menggunakan AI.

Mahasiswa di era ini memiliki kemampuan yang cakap dalam menggunakan teknologi. Meskipun AI telah hadir dengan cara penggunaan yang sedikit rumit, mahasiswa mampu beradaptasi dan memanfaatkannya. Ditinjau dari penelitian yang dilakukan oleh Eka Wahyudinarti dan kawan-kawan dalam jurnal mahasiswa teknik informatika tentang penggunaan AI tahun 2022, sebagian mahasiswa telah menggunakan AI untuk kepentingan akademis.

Hemat penulis data ini sekaligus menyetujui peran positif dari kehadiran AI. Pertama, melalui berbagai aplikasi yang dikembangkan seperti chat GPT, cici, dan sebagainya, mahasiswa mampu memperoleh informasi yang cukup berkenaan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Informasi yang ditampilkan pun tidak hanya sebatas jawaban, tetapi lebih dari itu termuat penjelasan yang runtut tentang sebuah masalah. Jika masih mengalami kesulitan dalam memahami teori yang ada, AI menawarkan solusi yang lebih baik dengan menampilkan video pembelajaran. Video ini dapat diakses secara gratis dengan hanya bermodalkan koneksi internet.