Tindakan demikian membantu mahasiswa untuk meluapkan perasaannya dan menghindari insiden ‘bunuh diri’ yang akhir-akhir ini menjadi trending topik di negara ini.

Adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan AI di kalangan mahasiswa. Pertama, AI menyebabkan ketergantungan. Konteks ini terjadi karena dalam mindset mahasiswa, semuanya telah ada.

Kalimat ’aku klik, maka aku ada’ tertanam erat dalam diri mereka. Nilai juang untuk mencari dan terus mencari suatu informasi sirna dengan sendirinya. Kenyataan ini menjadi salah satu penyebab dari tenggelamnya mahasiswa ke ranah hoax.

Fenomena yang terjadi adalah penerimaan informasi secara langsung tanpa didasari dengan pencarian lanjutan akan kebenaran dari informasi yang ada. Akibatnya daya kreatif yang tersimpan dalam otak manusia untuk menjadi seorang penemu dihilangkan secara sadar.

Kedua, AI menyebabkan fenomena brain rot. Dilansir dari website halodoc yang mengutip pemikiran para pakar di Oxford, Brain rot merupakan penurunan daya otak karena penerimaan informasi (konten online) secara berlebihan.

Penggunaan AI untuk mencari informasi yang tidak mengandung edukasi dapat memicu terjadinya peristiwa ini. Hal ini sering kali terjadi ketika mahasiswa sedang mengalami kejenuhan. Akibatnya waktu yang seharusnya digunakan untuk melakukan kegiatan produktif diabaikan. Mahasiswa mengecilkan volume otaknya yang sejatinya mampu memberikan pemikiran-pemikiran cerdas bagi perkembangannya.