Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menapak jejak sejarah menjelang Dies Natalis ke-63. Pada Jumat (29/8/2025), jajaran pimpinan bersama tenaga kependidikan menggelar ziarah ke makam para rektor terdahulu, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah membesarkan Undana.

Rangkaian ziarah diawali di TPU Liliba, tempat peristirahatan terakhir Prof. Dr. Agustinus Benu, MS, Rektor Undana periode 1996–2005. Doa khidmat dan tabur bunga menjadi simbol penghormatan atas dedikasi beliau. Suasana haru menyelimuti rombongan saat mengenang kontribusi besar almarhum bagi kemajuan universitas.

Perjalanan berlanjut ke TPU Islam Batukadera untuk memberi penghormatan kepada Prof. Mr. Soetan Mohamad Sjah, rektor periode 1968–1976, yang dikenal sebagai peletak fondasi awal Undana.

Ziarah berikutnya dilakukan di Kelurahan Sikumana, ke makam Drs. Urias Bait (1976–1977). Kehadiran rombongan Undana disambut hangat keluarga besar Bait-Markus, yang menyampaikan rasa bangga karena jasa almarhum tetap dikenang.

Rektor Undana, Prof. Maxs U. E. Sanam, menegaskan bahwa kegiatan ziarah bukan sekadar rutinitas. “Ini adalah pengingat bahwa kemajuan Undana hari ini lahir dari perjuangan dan dedikasi para rektor terdahulu. Semangat Spirit of a Warrior harus terus kita hidupi,” ujarnya.

Selain ziarah makam, Undana juga menggelar prosesi tabur bunga di laut sebagai penghormatan kepada rektor yang dimakamkan di luar Nusa Tenggara Timur, yakni Prof. Frans E. Likadja (1978–1987) dan Prof. Dr. Mozes R. Toelihere, M.Sc. (1988–1996).

Simbol ini melambangkan jasa mereka yang abadi, menyatu dengan lautan, dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus.

Tradisi ziarah ini menggarisbawahi komitmen Undana untuk tidak melupakan akar sejarahnya. Dengan mengenang jasa para pendiri, seluruh civitas akademika diingatkan untuk terus berinovasi, menjaga warisan, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (*/rnc)