Kupang, RakyatNTT.ID PT. Pertamina memastikan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sabu Raijua tetap terpenuhi. Ini terungkap setelah Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua membangun koordinasi dengan PT Pertamina belum lama ini.

Poin pentingnya adalah diperlukan kelancaran distribusi BBM. Pemkab Sarai memberi perhatian serius terhadap masalah ini. Ini dibuktikan dengan Bupati Krisman Riwu Kore beraudiens dengan pihak PT. Pertamina SAR NTT beberapa pekan lalu.

Tak hanya itu, para Staf Khusus Bupati pun menindaklanjutinya dengan membangun diskusi untuk melanjutkan koordinasi agar kuota BBM tidak mengalami kekurangan.

“Kami berdiskusi banyak, ternyata kuota BBM tetap aman untuk Sabu Raijua ke depannya,” ungkap Staf Khusus Bupati Sarai, Livingston Ratu Kadja di lobi Kantor Wilayah PT. Pertamina SAR NTT, Jumat (29/8/2025) sore.

Ia mengungkapkan, dari pertemuan yang berjalan sekitar lebih dari 2 jam itu, ia bersama rekan Stafsus Bupati, Aloysius Meo mencatat sejumlah hal yang berkaitan dengan ketersediaan BBM untuk Kabupaten Sabu Raijua.

Dalam pembahasan itu, terungkap bahwa kuota BBM untuk tiga SPBU yang ada dan sedang beroperasi di Kabupaten Sabu Raijua sebenarnya telah sesuai kebutuhan. Data kuota tersebut tidak menunjukkan adanya kekurangan BBM.

Diketahui kuota BBM per bulan, untuk SPBU 304 di Kecamatan Liae sebanyak 5 kilo liter (KL) Pertamax, 30 KL Pertalite, 10 KL Solar. Dan SPBU 029 di Kecamatan Sabu Tengah, 25 KL Pertamax, 70 KL Pertalite, 20 KL Solar. Selanjutnya, kuota BBM untuk SPBU 022 di Kecamatan Seba, 40-60 KL Pertamax, 110-130 KL Pertalite, 40 KL Solar dan 5 KL Dexlite.

“Artinya dari stok BBM ini di Sabu Raijua sudah aman. Kita tidak bisa mempolitisir ini seolah Pemerintah di Kabupaten Sabu Raijua tidak ada perhatian. Ini data yang akurat dari penjelasan pihak Pertamina,” ungkapnya.

Berdasarkan penjelasan PT Pertamina SAR NTT tersebut, maka kuota BBM untuk Sabu Raijua sebenarnya terpenuhi. Namun yang menjadi kendala hanya soal proses distribusi.

Sebagai staf khusus Bupati Sarai, Livingston juga memastikan kendala terbesar saat ini ada pendistribusian. Pasalnya, hanya ada dua kapal yang melayani kuota BBM, yang melayani Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Oleh karena itu, terkadang terlambat distribusi karena cuaca buruk. Pasalnya letak kedua daerah berada pada pulau yang berbeda, sehingga harus melintasi laut.

Selain membangun koordinasi dengan PT. Pertamina guna mengetahui beberapa hal yang terkait dengan BBM bagi warga Sarai, staf khusus Bupati juga menindaklanjuti koordinasi bersama tiga SPBU di Sabu Raijua.

Beberapa kendala yang dicatat pun ditindaklanjuti melalui rapat bersama bupati dan jajaran Pemkab guna memberikan kepastian tentang pelayanan BBM.

“Data yang kami dapat ini kami akan menyampaikan ke Pak Bupati Sarai untuk kemudian dijabarkan kepada masyarakat sebagai kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Sementara itu, stafsus lainnya, Aloysius Meo mengatakan kendala yang terjadi telah diketahui benang merahnya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak perlu resah.

Yang menjadi harapan bersama antara Pemkab Sabu Raijua dan pihak PT. Pertamina SAR NTT yakni distribusi dari depo BBM Pertamina di Tenau Kupang bisa lancar untuk memastikan kuota BBM di tiga SPBU di Sabu Raijua bisa berjalan baik.

“Jadi masyarakat tidak perlu resah. Yang pasti masyarakat bisa bekerja sama, bukan membesarkan masalah ini menjadi besar sekali. Tentu kami sebagai stafsus pun akan bekerja keras bersama Bupati dan Pemkab Sabu Raijua,” harapnya. (rnc04)