Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Diketahui kuota BBM per bulan, untuk SPBU 304 di Kecamatan Liae sebanyak 5 kilo liter (KL) Pertamax, 30 KL Pertalite, 10 KL Solar. Dan SPBU 029 di Kecamatan Sabu Tengah, 25 KL Pertamax, 70 KL Pertalite, 20 KL Solar. Selanjutnya, kuota BBM untuk SPBU 022 di Kecamatan Seba, 40-60 KL Pertamax, 110-130 KL Pertalite, 40 KL Solar dan 5 KL Dexlite.
“Artinya dari stok BBM ini di Sabu Raijua sudah aman. Kita tidak bisa mempolitisir ini seolah Pemerintah di Kabupaten Sabu Raijua tidak ada perhatian. Ini data yang akurat dari penjelasan pihak Pertamina,” ungkapnya.
Berdasarkan penjelasan PT Pertamina SAR NTT tersebut, maka kuota BBM untuk Sabu Raijua sebenarnya terpenuhi. Namun yang menjadi kendala hanya soal proses distribusi.
Sebagai staf khusus Bupati Sarai, Livingston juga memastikan kendala terbesar saat ini ada pendistribusian. Pasalnya, hanya ada dua kapal yang melayani kuota BBM, yang melayani Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua.
Oleh karena itu, terkadang terlambat distribusi karena cuaca buruk. Pasalnya letak kedua daerah berada pada pulau yang berbeda, sehingga harus melintasi laut.
Selain membangun koordinasi dengan PT. Pertamina guna mengetahui beberapa hal yang terkait dengan BBM bagi warga Sarai, staf khusus Bupati juga menindaklanjuti koordinasi bersama tiga SPBU di Sabu Raijua.
