Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ba’a, RakyatNTT.ID – Meninggalnya ibu hamil bernama Sulfryana Bulan asal Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, saat dalam perjalanan rujukan menuju RSUD Ba’a, sempat viral di media sosial dan dikaitkan dengan dugaan kelalaian petugas kesehatan.
Namun, pihak Puskesmas Eahun dan Bidan Desa Faifua menegaskan bahwa seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Kepala UPTD Puskesmas Eahun, Oktofina P. Polin, S.ST, M.KM, menjelaskan bahwa pasien tiba di Puskesmas pukul 06.15 WITA dalam kondisi lemah namun masih merespons. Petugas segera memasang oksigen, memeriksa denyut jantung janin, dan berkonsultasi dengan dokter.
Hasil pemeriksaan menunjukkan denyut jantung bayi sudah tidak terdeteksi. Karena kondisi semakin melemah, pasien langsung dirujuk ke RSUD Ba’a pukul 10.00 WITA. Dalam perjalanan, Sulfryana dinyatakan meninggal dunia.
“Terkait isu tidak adanya tempat tidur di Puskesmas, itu tidak benar. Kami memiliki empat tempat tidur, dan saat itu ibu ini adalah satu-satunya pasien yang dirawat,” tegas Kapus Eahun.
Sementara itu, Bidan Pustu Faifua, Linda Tupa, menceritakan bahwa ia mendapat telepon dari keluarga pasien pada pukul 04.18 WITA. Sesampainya di rumah sekitar pukul 04.30 WITA, ia mendapati pasien sudah ditangani oleh seorang dukun dengan metode non-medis. Karena keterbatasan alat, Linda memutuskan merujuk pasien ke Puskesmas.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan