Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kami sudah bertemu dengan camat, lurah, RW, dan LPM. Kami bahkan sudah sepakat menghibahkan sebagian tanah untuk pelebaran jalan dan membangun drainase agar warga tidak kebanjiran,” jelas Zetsplayrs.
Ia juga membantah tudingan tidak adanya sosialisasi, dengan menyebut bahwa pertemuan dengan RT 2 dan RT 5 telah dilakukan dan didokumentasikan.
Bentuk Komitmen Gereja: Drainase, Jalan Lebar, dan Fasilitas Umum
Sebagai bagian dari komitmen sosial, GBKP Studio Alam juga telah menawarkan:
- Hibah tanah untuk memperlebar jalan akses warga
- Pembuatan saluran drainase untuk mengantisipasi banjir
- Penggunaan lahan gereja untuk acara warga, seperti peringatan 17 Agustus dan kegiatan lainnya
Namun, warga menilai pendekatan ini dilakukan terlambat, setelah izin keluar dan tanpa keterlibatan langsung komunitas RT/RW saat proses awal.
Netral tapi Tegas: Pengurus Lingkungan Tetap Jaga Kondusivitas
Rudi menegaskan bahwa dirinya dan jajaran RT/RW menjaga posisi netral, dan terus berupaya menghindari aksi anarkis.
“Kami sudah minta pihak gereja menunda peletakan batu pertama. Tapi tetap dilakukan karena mereka merasa sudah punya izin,” ujarnya. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan