Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Karena tidak ada pemberitahuan resmi, warga merasa curiga. Situasi memanas dan berujung pada tindakan perusakan,” tambahnya.
Kronologi dan Dampak Kejadian
Kejadian yang terjadi pada Minggu sore ini terekam dalam video dan tersebar luas di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @infosumbar. Dalam video terlihat sejumlah warga melempari rumah dengan batu dan kayu, memecahkan jendela, serta menyebabkan kepanikan di dalam rumah.
Pendeta GKSI Padang, F. Dachi, mengatakan dua anak mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
“Saat itu saya diajak bicara oleh ketua RW dan RT di belakang rumah. Tiba-tiba warga datang dan mulai merusak bagian depan rumah,” jelas Dachi.
Seruan Toleransi dari FKUB dan Pemkot Padang
FKUB berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama dan tidak terulang. Semua pihak diminta mengedepankan komunikasi, klarifikasi, dan toleransi antarkeyakinan.
“Agama apa pun mengajarkan kedamaian. Semua bisa dibicarakan baik-baik,” tutup Salmadanis. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan