“Kami ingin gereja hadir menjawab kebutuhan riil di lapangan. Pelayanan tidak hanya khotbah, tapi juga pemberdayaan,” jelasnya.

Fasilitas pelatihan ini akan jadi ruang belajar bersama lintas klasis dan sinode, memperkuat jaringan antar pelayan Tuhan dalam membangun ekosistem gereja yang mandiri dan produktif.

Ajak Jemaat Bangun Masa Depan GMIT

Pdt. Yunus menegaskan pentingnya dukungan semua pihak, terutama jemaat dan struktur GMIT, agar inisiatif ini tidak hanya berhasil di atas kertas.

“Mari kita bangun komitmen bersama untuk GMIT, untuk NTT, dan demi Indonesia emas. Kebun Loli bukan sekadar kebun—ini adalah simbol kebangkitan dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (*/rnc)