“Ini bentuk perhatian luar biasa. Hadirnya pemerintah daerah langsung memperkuat rasa percaya diri para pemain muda kita,” ujar Abraham.

Ia menambahkan bahwa Flores United FC ke depan berkomitmen membentuk akademi sepakbola usia dini guna mendorong lahirnya bakat-bakat lokal dari Ende dan sekitarnya. Saat ini, para pemain yang diberangkatkan berusia 12 hingga 14 tahun, namun pembinaan akan dimulai dari usia yang lebih muda.

Indonesia Grassroots Championship (IGC) adalah kompetisi yang berfokus pada pengembangan talenta sepakbola di tingkat dasar atau akar rumput (grassroots). Turnamen ini menjadi ajang bagi pemain usia dini menunjukkan bakat sekaligus menimba pengalaman kompetitif di level nasional. (rnc16)