Kepemimpinan Kristen bukan tentang kuasa, tapi tentang hati dan tangan yang melayani,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gaya kepemimpinan Yesus dalam Perjanjian Baru mengajarkan pemuda untuk menjadi gembala yang rela berkorban, bukan penguasa.

Gereja Wajib Mempersiapkan Pemimpin Muda

Ketua Majelis Jemaat Paulus Wini, Pdt. Eyrene M. Liuffeto Tameno, menegaskan bahwa gereja memiliki tugas besar mempersiapkan pemimpin masa depan. Namun, tantangan zaman seperti godaan teknologi, gaya hidup, dan krisis identitas, seringkali mengerdilkan iman kaum muda.

“Melalui PIKAMUDA, kami ingin anak-anak muda menyadari siapa dirinya dan bangkit untuk bersinar dalam terang Kristus,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa PIKAMUDA sudah rutin dilakukan sejak 2024, namun tahun ini melibatkan pemuda dari seluruh Teritori IV (Pantura) agar berdampak lebih luas.

Sebagai tuan rumah, ia menyampaikan apresiasi kepada para pendeta dan pemuda yang hadir serta berharap di tahun 2026, PIKAMUDA bisa menyajikan materi yang lebih kontekstual dan menjawab tantangan zaman. (*/rnc)