Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi menutup kegiatan Pekan Panutan Pajak Kota Kupang 2025 yang berlangsung selama lebih dari satu bulan, sejak 3 Juni hingga 8 Juli.
Penutupan digelar di halaman Kantor Camat Alak dan menjadi momentum puncak dari serangkaian kegiatan edukasi dan layanan perpajakan jemput bola.
Rp8,6 Miliar dari 19.719 Objek Pajak
Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat Kota Kupang dalam program ini. Dari kegiatan tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat penerimaan pajak sebesar Rp8.698.593.985 dari 19.719 objek pajak.
“Ini adalah bukti bahwa ketika pemerintah hadir melayani langsung ke masyarakat, kepercayaan dan partisipasi meningkat. To govern is to serve, memerintah adalah melayani,” tegas Serena.
Layanan Jemput Bola Efektif Dorong Kepatuhan
Strategi jemput bola terbukti efektif dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah. Bukan lagi warga yang datang ke kantor, tetapi petugas yang hadir di tiap kecamatan.
Ini adalah bagian dari program Baronda Bapenda (Road to Optimalisasi Pendapatan Daerah) yang digagas Kepala Bapenda, Pah B. S. Messakh, S.STP., M.Si.
“Kami hanya mengalokasikan Rp60 juta, tapi berhasil meningkatkan pendapatan daerah lebih dari Rp8 miliar,” ujarnya.
Dukungan Inovasi Ekonomi Lewat UMKM dan Sunday Market
Serena juga menyoroti inisiatif Pemkot dalam mendorong kemandirian fiskal melalui pemberdayaan UMKM, seperti lewat Saboak Sunday Market yang rutin digelar di Taman Nostalgia.
- Total perputaran uang UMKM: Rp477 juta dalam 3 minggu
- UMKM aktif setiap pekan: >100 pelaku usaha
- Daftar tunggu: >200 UMKM
“Saya cari CSR, Pak Wali Kota sisir anggaran. Semua demi ekonomi rakyat. Karena kreativitas harus tetap hidup di tengah keterbatasan,” tegasnya.
Apresiasi untuk Wajib Pajak Teladan dan LKK
Sebagai bentuk penghargaan, Pemkot Kupang memberikan penghargaan kepada wajib pajak teladan dan menyalurkan dana operasional kepada Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK). Dana ini mencakup:
- LPM: Rp7.500.000
- RT: Rp5.750.000
- RW: Rp5.500.000
- Karang Taruna: Rp4.000.000
- Kelurahan Siaga: Rp3.500.000
- Dasawisma: Rp2.750.000
Digitalisasi Pajak: Layanan Online tanpa Ribet
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa sistem perpajakan terus dibenahi menjadi modern, transparan, dan mudah diakses secara online. Hal ini dilakukan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat tanpa harus mengantre di kantor pajak.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan