Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sekedar tahu, Kuan Maumolo, sebuah kampung di pinggiran Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dulunya terkenal sebagai daerah sentra produksi sayur mayur. Sayuran yang dihasilkan petani Kuan Maumolo, dipasok ke pasar-pasar yang ada di Kota Kefamenanu. Bukan hanya sayuran, tapi juga buah-buahan.
Tapi itu dulu. Kondisi Kuan Maumolo sekarang ini, memprihatinkan. Kekeringan melanda dan mendera. Sudah puluhan tahun. Pernah ada upaya. Tapi gagal. Itu karena, pengeboran yang dilakukan tidak melibatkan “unsur adat”. Air sempat keluar. Tidak berapa lama, kering lagi. Sampai akhirnya kering kerontang.
Terkait keberhasilan warga Maumolo melakukan pengeboran air, Direktur Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go mengatakan, dengan ketersediaan yang tercukupi, maka tanggungjawab bersama untuk menciptakan peluang ekonomi. “Sebagai tindak-lanjut setelah air tersedia, maka ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menciptakan peluang ekonomi. Kami dari Yayasan Felix Maria Go akan melakukan pendampingan, agar Kuan Maumolo bisa mandiri seperti dulu,” kata Frans Go.
Dia menambahkan, peluang ekonomi yang bisa diwujudkan yakni menanam sayur dan umbi-umbian, membuat produk turunan dari hasil bumi Maumolo, pembenahan sistem packaging serta pemberdayaan dalam hal pemasaran produk mereka. “Tentu pendidikan dasar dan kesehatan mendasar dari anak-anak Maumolo juga tidak kami lupakan. Komprehensif dan harus bersama-sama warga semua.Keaktifan warga menentukan keberhasilan mereka sendiri,” imbuh Frans Go. (*)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan