Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Education is not the learning of facts, but the training of the mind to think.” (Albert Einstein)
Jika kecerdasan buatan mampu meringankan beban guru, mempercepat proses belajar, dan membuka peluang bagi pembelajaran yang lebih inklusif, maka ia layak disambut. Tapi jika AI justru mematikan rasa, menghilangkan empati, dan memonopoli cara berpikir anak-anak kita, maka ia perlu ditinjau ulang.
Akhirnya, kita tidak sedang berpacu dengan mesin, tetapi dengan visi kita sendiri. Akankah teknologi membuat kita menjadi pendidik yang lebih manusiawi, atau justru membuat kita kehilangan arah? (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan