Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jika itu yang (akan) terjadi, kehadiran sekolah unggul sangat didambakan. Jika tidak, sekolah ungggul, seperti SMA Unggul Garuda itu, setali tiga uang dengan semua sekolah formal Indonesia selama ini: kegiatan belajar dan pembelajaran (teaching and learning activities) tanpa tolalitas, tanpa passion, karena para muridnya belajar begitu banyak mata pelajaran yang sering tidak relevan dengan BMKB mereka seperti yang disampaikan di atas.
Dengan demikian, untuk menghadirkan totalitas dan passion belajar dalam diri para murid, sekolah unggul seperti SMA Unggul Garuda – sejatinya semua sekolah – harus membiarkan para muridnya belajar sesuai dengan MBKB mereka. Artinya, seorang murid yang MBKB-nya, misalnya, berkaitan dengan matematika, biarkan dia menggunakan sebagian besar waktu belajarnya untuk belajar matematika; yang bertautan dengan menulis, menulis; yang bertautan dengan olahraga, olahraga; yang bertautan dengan bertani, bertani; yang bertautan dengan menenun, menenun. Tentu mata pelajaran lain, seperti bahasa Indonesia dan pendidikan karakter serta agama juga dipelajari sebagai mata pelajaran pendukung, tetapi fokusnya tetap pada kecerdasan utamanya (baca, misalnya, Tans Feliks, 2014, “Menggagas Pendidikan Khas Indonesia”, Harian Kompas Sore, 18 November, 2014).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan