Ketua YRKI, Pratiwi Juliani, berharap agar anugerah ini mampu memberikan dampak positif bagi sastra Indonesia. Senada dengan itu, Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital sekaligus kurator Kusala Sastra 2025, menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam memperkuat ekosistem budaya berbasis sastra.

“Sastra adalah titik temu antara identitas, kreativitas, dan diplomasi budaya,” pungkasnya.

Harapan ke Kancah Internasional

Di akhir sambutannya, Menbud Fadli Zon menekankan pentingnya penerjemahan karya sastra ke berbagai bahasa agar sastra Indonesia bergaung secara global.

“Kita harus menerjemahkan karya-karya klasik dan kontemporer agar ada kontinuitas kebudayaan Indonesia di tingkat dunia.” (*/rnc)