Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Secara nasional, kita berharap Presiden Prabowo dan jajarannya bekerja ekstrakeras dan sukses untuk mengatasi berbagai persoalan itu. Di NTT, pada pundak Pemda – provinsi, kota, dan kabupaten – kita letakkan harapan yang satu dan sama itu. Semoga mereka berhasil mengatasi masalah kemiskinan, stunting, pengangguran dan masalah lainnya seperti tenaga kerja (ilegal) atau pekerja migran asal NTT yang gagal di luar negeri sehingga banyak yang pulang tanpa nyawa: tahun 2024, 125 orang; tahun ini, 49 orang (Januari-April).

Saya yakin Pemda bisa. Gubernur NTT, misalnya, telah memulai mengatasi persoalan tersebut dengan program unggulannya seperti penguatan posyandu dan kader kesehatan, gerakan beli produk NTT, satu desa satu produk unggulan, pengembangan pendidikan tinggi melalui pendampingan murid, peningkatan PAD dan penguatan tata kelola pemerintahan. Dengan itu, saya yakin, visi NTT “maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan” bisa segera terwujud.
Dalam proses mewujudnyatakan visi itu, Undana, saya yakin, bisa turun gunung. Dengan tagline “Undana berdampak” (akronim dari Berdaya juang, berakhlak Mulia, membangun Prestasi, Awareness, dan Kemandirian), yang sering didengungkan oleh Prof. Maks U. E. Sanam, Rektor Undana, dan dengan SDM yang relatif kompeten seperti yang saya sebut di atas, unggulnya Undana akan berdampak pada tercapainya visi NTT tersebut. Kalau tidak turun gunung, predikat unggul Undana itu, tentu, tidak akan pernah berdampak. Jika tidak berdampak, lalu untuk apa predikat unggul itu?


WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan