Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengeluarkan peringatan keras terkait memanasnya konflik antara Iran dan Israel yang telah berlangsung kurang dari sepekan terakhir. Lewat akun X miliknya, SBY menyatakan bahwa situasi di Timur Tengah kini makin berbahaya dan bisa berdampak global.
“Jika Perang Iran-Israel menjadi out of control, dunia benar-benar di ambang malapetaka,” tulis SBY.
SBY juga menyebut bahwa masa depan perdamaian dan keamanan global akan sangat dipengaruhi oleh lima tokoh kuat dunia: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Ia berharap kelima pemimpin tersebut mampu bersikap bijak dan jernih dalam setiap keputusan.
“Jangan ada salah keputusan dan salah hitung. Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara,” tegasnya.
Menurut SBY, banyak konflik bersumber dari ego dan ambisi para penguasa. Sepanjang sejarah, selalu ada pemimpin yang gemar berperang meski pada dasarnya manusia lebih mencintai kedamaian.
“Perang besar, apalagi Perang Dunia ke-3, masih bisa dicegah dan harus dicegah,” imbuhnya.
Ketegangan Iran-Israel Meningkat
Konflik bermula sejak 13 Juni, ketika Israel menggempur Iran dengan dalih ingin menghentikan program nuklir dan rudal balistik negara tersebut. Serangan ini turut menghantam permukiman warga sipil dan menimbulkan banyak korban jiwa.
Tak tinggal diam, Iran membalas dengan meluncurkan ratusan roket dan rudal. Pertukaran serangan terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir.
Ketegangan meningkat saat AS mengirimkan tiga jenis jet tempur canggih untuk mendukung Israel. Bahkan dalam konferensi pers terbaru, Presiden Trump menyampaikan pernyataan ambigu soal kemungkinan keterlibatan militer AS dalam konflik tersebut.
“Anda tak tahu apa yang akan saya lakukan. Saya mungkin melakukan itu, saya mungkin tidak melakukan itu. Hanya saya yang tahu,” ujar Trump. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan