Lalu.., ada cerita menarik di balik kehadiran Gereja Toraja, di Kota Kupang. Cerita itu terungkap, ketika sertifikat tanah diserahkan dr. Intin Talantan dan dr. Erma Rantela’bi, kepada Ketua Majelis Gereja Toraja Jemaat Kupang, Pdt. Jonathan, M.Th. Berikut penuturan Intin Talantan yang dirangkum RakyatNTT.com :

“Apa yang kita rencanakan, apa yang telah kita buat bersama pada hari ini, Tuhan mengizinkan kita berkumpul di tempat ini, tidak lain untuk mensyukuri akan berdirinya gedung Gereja Toraja. Di mana, pada hari ini adalah acara pembukaan. Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada semua yang hadir di sini, kami sedikit mengungkapkan isi hati kami berdua. Dari hati yang paling dalam, kami tidak pernah menyangka bisa buat ini.

Apa yang sudah berjalan, semua tidak lepas dari ide dari bapak Naya dan bapak Brity, kami mengikut saja semangati ide-ide mereka, karena kami setiap hari sibuk. Tapi puji Tuhan, kami diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memberikan persembahan dari apa yang Tuhan juga sudah berikan kepada kami. Begitu banyak yang Tuhan sudah berikan kepada kami. Dari latar belakang keluarga kami berdua, ada kemiripan.

Iklan

Begitu panjang penantian kami untuk mendapatkan keturunan, dimana saya menantikan Naya sembilan tahun. Sementara bapak Brity dan mama Brity delapan tahun. Dan ketika kami mendapatkan keturunan, kami betul-betul takjub dan merasa luar biasa, bahwa Tuhan begitu baik dalam kehidupan kami, sehingga kami merasa ada hal yang menjadi kerinduan apa yang Tuhan sudah berikan kepada kami, alangkah baiknya kalau kita berikan sebagai persembahan. Dan itu mungkin bisa menjadi berkat buat kami dan buat banyak orang. Tuhan menggerakkan hati bapak Naya dan bapak Brity, dan mereka meyakinkan kami berdua bahwa semua Tuhan yang bekerja. Jikalau Tuhan yang bekerja, semuanya akan mendatangkan kebaikan. Kami bukan siapa-siapa, hanya Tuhan yang dipermuliakan.”