Rumah seharusnya menjadi tempat pulang paling aman. Tapi realitas berkata lain bagi banyak orang. Kita harus berani bertanya: apakah rumah kita masih tempat aman secara emosional bagi anak-anak kita?

Maka, mulailah dari kesadaran. Lanjutkan dengan keberanian untuk menyembuhkan. Dan pilihlah untuk tidak meneruskan pola yang menyakitkan. Setiap anak berhak tumbuh dalam cinta, dan setiap orang dewasa berhak untuk memulihkan lukanya.

“Kita tidak bisa memilih siapa yang melukai kita di masa lalu, tapi kita bisa memilih untuk tidak terus hidup dalam luka itu.” (*)