Berikut ini petikan sambutan Pdt. Alfred Anggui;
Saat ini, berdasarkan data terakhir, Gereja Toraja telah memiliki 1.191 jemaat yang telah didewasakan. Dari jumlah itu, ada lebih dari 300 tempat kebaktian yang tersebar di 17 provinsi dan dua negara. Pelayanan ini dilakukan oleh 1.017 pendeta aktif, dengan komposisi 517 perempuan dan 500 laki-laki. Ini menunjukkan semakin banyaknya perempuan yang berperan dalam pelayanan gereja.

“Kami bersyukur karena Gereja Toraja terus bertumbuh dalam kasih karunia Tuhan. Yang paling utama adalah, bagaimana gereja ini, khususnya yang hadir di Kota Kupang, dapat menjadi berkat bagi masyarakat sekitar. Bapak gubernur dan hadirin sekalian, orang Toraja dikenal dengan loyalitas yang tinggi. Contohnya Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, bapak Zet Tadung Allo, sahabat kami dan saat ini menjadi ketua panitia kegiatan ini. Kami sering menyebut beliau sebagai sosok profesional yang rendah hati, tenang, dan mudah diajak bekerja sama,” ujar Pdt. Alfred Anggui.

“Kami bersyukur atas bangunan gereja ini yang mengusung model arsitektur Tongkonan, bukan hanya sebagai identitas budaya, tapi juga memiliki makna teologis dan filosofis yang dalam. Sama seperti gereja-gereja Toraja lainnya di Surabaya dan Jakarta, desain ini menjadi simbol bahwa gereja adalah rumah bagi keluarga Allah. Tempat kita bukan hanya datang untuk salaman dan pulang, tetapi bertemu sebagai keluarga. Saling menguatkan, dan menjadi berkat bagi sesama,” tandasnya.

Iklan