“Dengan OVOP, kita ingin memastikan bahwa desa bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat produksi, inovasi, dan kebangkitan ekonomi rakyat,” sambung mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.

OVOP, kata Melki, menjadi landasan Gerakan Beli Produk NTT dan gerakan besar untuk pergerakan ekonomi desa di NTT.

OVOP adalah titik dimana semua mulai sadar bahwa NTT memiliki kekuatan ekonomi untuk bangkit, mengejar ketertinggalan, dan meraih martabat yang lebih tinggi.

Iklan

Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh elemen, pemerintah kabupaten/kota, perangkat desa, BUMDes, UMKM, PKK, kelompok tani, pemuda, mitra swasta, serta Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini sedang dibentuk di seluruh desa, untuk bersama-sama, dengan sepenuh hati, menghidupkan semangat OVOP ini.

“Tidak ada yang terlalu kecil jika dikerjakan dengan cinta dan tekad. Tidak ada desa yang akan tertinggal jika kita bergerak bersama, dengan kekuatan dan semangat yang sama,” ujarnya.

Selain menggali potensi dan mendorong masyarakat untuk berwirausaha, Gubernur Melki juga mengingatkan seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, BUMDes, serta koperasi di NTT untuk selalu menjaga konsistensi dalam produk, kualitas, dan kontinuitas produksi.