Menurut Melki, semua potensi yang ada belum dimaksimalkan dengan baik. Sebab masyarakat lebih memilih untuk meninggalkan potensi yang jelas ada di desa-desa dan mengejar peluang yang masih belum pasti di tempat lain.

Masyarakat terjebak dalam keyakinan salah bahwa NTT adalah daerah yang miskin, sebuah identitas yang telah tertanam begitu dalam, seolah itu adalah kenyataan yang tak bisa diubah.

“Maka, kita harus mulai berpikir berbeda. Kita harus bangkit dan mengubah pandangan itu. NTT adalah tanah yang kaya, dan sudah saatnya kita semua bersama-sama mengangkat potensi ini ke arah yang lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih berdaya saing,” tegas Melki Laka Lena.

Iklan

Melki menambahkan, program OVOP adalah wujud nyata dari komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berbasis pada potensi lokal. Ini bukan sekadar tentang produk.

OVOP adalah gerakan yang menggugah semangat kebanggaan, identitas, martabat, dan kemandirian masyarakat desa di NTT.

Melalui OVOP, Melki mengajak masyarakat di setiap desa untuk tidak hanya mengenali potensi terbaik yang dimilikinya, tapi juga mengolahnya secara kreatif, berdaya saing, dan memperluas jangkauan pasarnya hingga ke tingkat nasional dan bahkan global.