Kupang, RakyatNTT.ID Calon Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Apris Adu, S.Pt., M.Kes, memaparkan sejumlah strategi penguatan pendapatan non-akademik dalam sesi wawancara bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada Kamis (13/11).

Wawancara yang dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Brian Yuliarto ini menjadi tahapan penting dalam proses seleksi Rektor Undana periode mendatang.

Optimalisasi SDM sebagai Sumber Pendapatan Baru

Dalam pemaparannya, Prof. Apris menekankan bahwa Undana memiliki potensi besar pada kualitas sumber daya manusia yang terdiri dari dosen dan tenaga profesional dengan beragam kompetensi. Ia menyebut SDM tersebut dapat dikelola menjadi layanan jasa profesional untuk pemerintah daerah, industri, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun media.

Iklan

“Jika kemampuan SDM kita dikelola secara sistematis, Undana bisa menjadi penyedia tenaga ahli untuk berbagai kebutuhan pembangunan. Ini dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan SDM berbasis kompetensi dapat menjadi fondasi bagi Undana untuk menjadi pusat solusi berbasis keahlian.

Aktivasi Rumah Sakit Pendidikan Undana

Salah satu sorotan penting Prof. Apris adalah kondisi Rumah Sakit Pendidikan Undana di Kampus A Naikoten, yang sudah lebih dari empat tahun tidak beroperasi karena belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.