“Saya akan memastikan kerja sama dengan BPJS segera diwujudkan agar rumah sakit pendidikan kembali beroperasi. Ini bukan hanya layanan publik, tetapi juga sumber pendapatan universitas,” tegasnya.

Menurutnya, mengaktifkan RS Pendidikan akan membuka kembali pendapatan dari layanan kesehatan, praktik klinik, serta kegiatan akademik kedokteran dan keperawatan yang selama ini terhambat.

Menghidupkan Potensi Usaha Kampus Penfui dan Walikota

Prof. Apris juga menyoroti besaranya potensi usaha di Kampus Penfui, yang berada di lokasi strategis dekat Bandara El Tari dan berdekatan dengan UKAW serta UNWIRA. Melalui Badan Pengelola Usaha Undana (BPU), ia menilai peluang usaha sangat terbuka seperti layanan alat tulis kantor (ATK),
sentra kuliner, penginapan, SPBU mini, hingga bengkel.

Iklan

Potensi serupa juga terdapat di Kampus Walikota, yang berada di kawasan pusat pemerintahan Kota Kupang. Selain memiliki aset lahan dan gedung yang bisa dimaksimalkan, Undana juga memiliki Laboratorium Lahan Kering yang dinilai belum diberdayakan optimal.

“Laboratorium tersebut dapat dikembangkan menjadi pusat inovasi produk berbasis riset dengan nilai ekonomi tinggi,” katanya.

Dengan optimalisasi seluruh aset kampus, Prof. Apris optimistis pendapatan non-akademik Undana dapat meningkat hingga 200 persen.

Transformasi Undana sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Sosial

Dalam sesi wawancara, Prof. Apris menegaskan bahwa Undana harus bergerak dari kampus yang hanya mentransfer ilmu menuju kampus transformasi ekonomi dan sosial.