Kampus tidak boleh hanya menjadi ruang mengajar. Undana harus menjadi pusat transformasi ekonomi dan sosial kemasyarakatan,” tegas mantan aktivis GMKI Kupang itu.

Ia menjelaskan bahwa visi transformasi Undana berlandaskan 8 Program Utama ASTACITA, ditopang empat pilar strategis: penguatan SDM unggul dan inovatif, riset dan pengabdian masyarakat yang berkualitas, hilirisasi dan komersialisasi hasil riset dan kebijakan kampus yang adaptif terhadap perkembangan IPTEK.

Tantangan Pendanaan Riset dan Solusi Kolaboratif

Prof. Apris juga menyoroti minimnya anggaran penelitian Undana yang hanya Rp5–8 miliar per tahun, jumlah yang dianggap jauh dari cukup untuk menghasilkan riset berkualitas dan bernilai ekonomi.

Iklan

Karena itu, ia mendorong kolaborasi pendanaan dengan pemerintah daerah, industri, dan lembaga mitra. “Hilirisasi hasil riset dan kebijakan adaptif adalah kunci agar universitas tetap relevan dengan tuntutan zaman,” ujarnya.

Dua Calon Lain Ikut Wawancara

Selain Prof. Apris, sesi wawancara turut diikuti dua calon rektor lainnya, yakni Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si dan Prof. Dr. Jefri Bale, S.T., M.Eng.

Ketiga calon ini memaparkan visi dan strategi masing-masing dalam proses seleksi yang akan menentukan pimpinan tertinggi Undana pada periode berikutnya.