Jakarta, RakyatNTT.ID — Pendidikan tinggi gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dinilai dapat diwujudkan melalui penataan kembali anggaran pendidikan yang sudah tersedia tanpa harus mencari sumber pembiayaan baru.

Ekonom Senior INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, mengatakan pemerintah dapat melakukan realokasi anggaran pendidikan untuk membiayai operasional PTN.

Menurut dia, kebutuhan dana operasional PTN besar diperkirakan berada pada kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun per tahun, sedangkan PTN yang lebih kecil membutuhkan sekitar Rp200 miliar hingga Rp500 miliar.

Iklan

Gagasan tersebut disampaikan Didik dalam pernyataan tertulis, Minggu (20/9/2026), merespons rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menggratiskan pendidikan tinggi.

PTN Gratis Tak Harus Cari Anggaran Baru

Didik menilai rencana pendidikan tinggi gratis bukan sesuatu yang sulit direalisasikan apabila pemerintah melakukan penataan kembali terhadap alokasi anggaran pendidikan.

Menurut dia, persoalan utamanya bukan semata-mata mencari sumber dana baru, melainkan bagaimana anggaran pendidikan yang telah tersedia dialokasikan secara lebih efisien untuk membiayai PTN.

Namun, skema tersebut harus disertai dengan perubahan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru. Didik mengusulkan jumlah mahasiswa yang diterima PTN dibatasi dengan tetap mengedepankan prinsip meritokrasi serta memberikan prioritas kepada calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.