Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kebutuhan finansial kampus, terutama PTN berskala besar, menurut dia, dapat mendorong perguruan tinggi mencari sumber pendapatan tambahan melalui mekanisme penerimaan mahasiswa yang berbayar.
“Hal ini berulang terjadi bukan hanya karena perilaku beberapa oknum, tetapi desain penerimaan dengan kewenangan menentukan harga tiket masuk mahasiswa, kemudian menjurus kepada kepentingan finansial kampus, komersialisasi dan berujung pada korupsi,” ujar Didik.
Karena itu, ia menilai perubahan sistem pembiayaan pendidikan tinggi perlu dilakukan secara menyeluruh. Negara tidak hanya perlu menyediakan anggaran, tetapi juga memastikan sistem seleksi mahasiswa tetap berkualitas dan transparan.
PTN Didorong Fokus pada Riset
Dalam skema pendidikan tinggi gratis, Didik berharap PTN dapat lebih fokus menjalankan fungsi akademik dan riset tanpa dibebani kewajiban mencari sumber pembiayaan operasional.
Untuk mendukung skema tersebut, ia mengusulkan penerapan efisiensi dan right sizing atau penyesuaian ukuran serta kapasitas PTN berdasarkan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
Dengan penyesuaian tersebut, pemerintah dapat menentukan besaran dukungan operasional berdasarkan skala dan kapasitas kampus.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan