Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat penurunan signifikan kasus malaria sepanjang 2026.
Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengatakan, jumlah kasus malaria berhasil ditekan dari 2.075 kasus pada 2025 menjadi 360 kasus hingga 28 Juli 2026.
Hal itu disampaikan Ratu Wulla dalam sambutannya pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten SBD.
“Pengendalian malaria merupakan salah satu capaian penting yang menunjukkan kerja bersama antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, dan masyarakat,” ujar Ratu.
Selain penurunan jumlah kasus, indikator Annual Parasite Incidence (API) juga mengalami penurunan.
API malaria di Sumba Barat Daya turun dari 6,18 menjadi 1,05 per 1.000 penduduk. Sementara positivity rate tercatat sebesar 0,20 persen.
Menurut Ratu, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Kabupaten Sumba Barat Daya untuk mengejar target eliminasi malaria pada 2030.
Ratu mengatakan, pemerintah daerah akan terus memperkuat berbagai upaya pengendalian malaria.
Sejumlah program yang dilakukan antara lain Gerakan Berantas Malaria Sehari (GEMAS), Gerakan Serentak Malaria (GSM), pemeriksaan darah secara massal, pengendalian vektor, hingga pemanfaatan kelambu berinsektisida.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan