Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
KELANGKAAN bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lembata bukan lagi persoalan baru. Hampir setiap tahun masyarakat dihadapkan pada antrean panjang di SPBU, sulitnya memperoleh BBM, hingga melonjaknya harga di tingkat pengecer. Ironisnya, persoalan yang terus berulang ini seolah belum menemukan solusi yang benar-benar menyentuh akar masalah.
Sebagai salah satu kabupaten kepulauan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lembata memiliki karakteristik geografis yang berbeda dengan sebagian besar wilayah di Pulau Flores. Kondisi tersebut membuat masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan BBM, baik untuk transportasi, aktivitas ekonomi, maupun kebutuhan sehari-hari. Bagi masyarakat Lembata, BBM bukan sekadar sumber energi, melainkan urat nadi yang menggerakkan perekonomian daerah.
Potensi ekonomi Lembata sesungguhnya sangat besar. Sektor perikanan, pertanian, dan peternakan menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Ribuan nelayan menggantungkan hidup pada aktivitas melaut, sementara petani dan peternak membutuhkan akses transportasi yang memadai untuk mendistribusikan hasil produksinya. Namun, seluruh potensi tersebut akan sulit berkembang apabila pasokan energi terus mengalami gangguan.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan