Kupang, RakyatNTT.ID – Koordinator Daerah BEM Nusantara Nusa Tenggara Timur (NTT), Andhy Sanjaya, meminta penyelenggara seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026 di Provinsi NTT memberikan penjelasan terbuka terkait mekanisme penetapan hasil kelulusan.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul munculnya berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai hasil seleksi Akpol 2026. Menurut Andhy, polemik yang berkembang tidak boleh dipandang sebagai bentuk serangan terhadap institusi Polri, melainkan sebagai upaya menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen.

“Saya ingin menegaskan bahwa persoalan ini bukan tentang siapa yang dinyatakan lulus. Kami menghormati seluruh peserta yang telah berhasil melewati tahapan seleksi. Yang kami pertanyakan adalah bagaimana proses kelulusan itu ditetapkan. Apakah seluruh tahapan benar-benar telah dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari segala bentuk intervensi? Itu yang harus dijawab kepada publik,” tegas Andhy, Selasa (7/7/2026).

Iklan

BEM NTT Dorong Transparansi Proses Seleksi

Andhy menilai berbagai pertanyaan yang muncul dari masyarakat, termasuk terkait minimnya keterwakilan putra-putri daerah dalam hasil seleksi, seharusnya dijawab melalui keterbukaan informasi, bukan dengan sikap defensif.