Kupang, RakyatNTT.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Program SIAP SIAGA menggelar sosialisasi Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD API) Provinsi NTT 2025–2045, Rabu (17/6/2026) di Hotel Harper Kupang.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemahaman dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan masyarakat NTT.

Sebagai provinsi kepulauan, NTT menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim, mulai dari musim kemarau yang semakin panjang, perubahan pola curah hujan, hingga meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, dan siklon tropis.

Iklan

Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan telah menjadi kenyataan yang memengaruhi kehidupan masyarakat saat ini.

“Kekeringan semakin panjang, terjadi perubahan pola curah hujan, meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, serta dampak terhadap sektor pertanian, perikanan, dan ketersediaan air bersih menuntut kita untuk mengambil langkah-langkah yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan,” ujar Melki Laka Lena.

RAD API jadi Pedoman Bersama Hadapi Krisis Iklim

Menurut Gubernur, penyusunan RAD API Provinsi NTT 2025–2045 menjadi sangat penting sebagai panduan bersama dalam meningkatkan ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim.