Kupang, RakyatNTT.ID – Tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Nusa Cendana (Undana), berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional dengan meraih Juara 1 Business Management Network Competition (BMNC) 2026.

Ketiganya tergabung dalam Tim Sadeva, yakni Doroty Dei Ming, Fadia Zahra Bahweres, dan Chrisandra Natalia Mantolas. Ketiga mahasiswa semester VII tersebut berhasil mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam kompetisi bisnis bergengsi tersebut.

Kompetisi BMNC 2026 merupakan bagian dari rangkaian Seminar Nasional Forum Manajemen Indonesia (FMI) Jawa Timur XVIII Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan BMN Institute bersama FMI Koordinator Wilayah Jawa Timur itu berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya.

Bukan Prestasi yang Diraih Secara Instan

Keberhasilan Tim Sadeva menjadi juara nasional tidak diraih secara instan. Sebelum tampil sebagai juara pertama di Surabaya, tim tersebut telah memiliki pengalaman mengikuti berbagai kompetisi kewirausahaan.

Tim Sadeva sebelumnya pernah meraih Juara 2 dalam kompetisi di Universitas Katolik Indonesia (Unika) serta kompetisi serupa di Bali.

Pengalaman mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada tahun-tahun sebelumnya juga menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mereka dalam mengembangkan ide dan konsep bisnis.

Menurut Fransina, keberhasilan mahasiswa tersebut tidak terlepas dari dukungan Program Studi Ekonomi Pembangunan, baik dalam bentuk pendanaan maupun pendampingan akademik.

Mahasiswa mendapatkan berbagai masukan dari dosen, khususnya para pengampu mata kuliah kewirausahaan, dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

“Kompetisi bisnis tidak hanya menilai produk, tetapi juga keseluruhan proses pengembangan usaha. Mulai dari penyusunan proposal, perencanaan bisnis, pengembangan produk, strategi pemasaran dan promosi, hingga kemampuan mempresentasikan ide bisnis atau pitching di hadapan juri,” ujar Fransina.

Pengalaman Kompetisi Bisa Berlanjut jadi Karya Ilmiah

Dukungan terhadap mahasiswa, kata Fransina, tidak berhenti pada keikutsertaan dalam kompetisi.

Program studi juga membuka peluang agar pengalaman kewirausahaan mahasiswa dapat dikembangkan menjadi bagian dari tugas akhir maupun karya ilmiah.

Dengan demikian, usaha dan gagasan bisnis yang telah dirintis mahasiswa diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Tak Minder Hadapi Kampus Besar

Bagi anggota Tim Sadeva, kompetisi tingkat nasional tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan tersendiri.

Mereka harus berhadapan dengan gagasan kreatif dan inovatif dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Hasanuddin.

Meski menyadari adanya perbedaan akses terhadap sumber daya dan ekosistem kewirausahaan, khususnya dengan mahasiswa dari Pulau Jawa, kondisi tersebut tidak membuat mereka minder.

Sebaliknya, kompetisi nasional justru menjadi ruang bagi mahasiswa Undana untuk menguji gagasan, bertukar pengalaman, serta mempelajari bagaimana mengembangkan produk, menyusun konsep bisnis, dan mempresentasikan ide di hadapan para juri.

Perjalanan Tim Sadeva juga tidak selalu berjalan mulus.

Mereka pernah mengikuti program pembinaan kewirausahaan, tetapi belum berhasil melewati seleksi internal di tingkat Undana. Kegagalan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki konsep dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Jadi Inspirasi bagi Mahasiswa Undana

Prestasi Tim Sadeva di tingkat nasional diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Undana lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi kewirausahaan.

“Kami berharap adik-adik yang masih semester awal bisa belajar dari kakak-kakaknya yang sudah berpengalaman. Kami ingin Tim Ekonomi Pembangunan terus mampu bersaing dalam berbagai kompetisi kewirausahaan dan usaha yang dikembangkan bisa berlanjut ke depannya,” kata Fransina.

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang berhasil diperoleh.

Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan mahasiswa untuk mempertahankan, mengembangkan, dan memastikan keberlanjutan usaha yang telah dirintis sehingga dapat memberikan manfaat setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

Prestasi Tim Sadeva menjadi bukti bahwa mahasiswa Undana dan NTT mampu membawa gagasan, kreativitas, serta semangat kewirausahaan untuk bersaing di tingkat nasional.

Kemenangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan alasan bagi mahasiswa dari NTT untuk berhenti bermimpi dan bersaing dengan perguruan tinggi besar di Indonesia. (*/rnc)