Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mereka harus berhadapan dengan gagasan kreatif dan inovatif dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Hasanuddin.
Meski menyadari adanya perbedaan akses terhadap sumber daya dan ekosistem kewirausahaan, khususnya dengan mahasiswa dari Pulau Jawa, kondisi tersebut tidak membuat mereka minder.
Sebaliknya, kompetisi nasional justru menjadi ruang bagi mahasiswa Undana untuk menguji gagasan, bertukar pengalaman, serta mempelajari bagaimana mengembangkan produk, menyusun konsep bisnis, dan mempresentasikan ide di hadapan para juri.
Perjalanan Tim Sadeva juga tidak selalu berjalan mulus.
Mereka pernah mengikuti program pembinaan kewirausahaan, tetapi belum berhasil melewati seleksi internal di tingkat Undana. Kegagalan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki konsep dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Jadi Inspirasi bagi Mahasiswa Undana
Prestasi Tim Sadeva di tingkat nasional diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Undana lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi kewirausahaan.
“Kami berharap adik-adik yang masih semester awal bisa belajar dari kakak-kakaknya yang sudah berpengalaman. Kami ingin Tim Ekonomi Pembangunan terus mampu bersaing dalam berbagai kompetisi kewirausahaan dan usaha yang dikembangkan bisa berlanjut ke depannya,” kata Fransina.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan