Pengalaman mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada tahun-tahun sebelumnya juga menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mereka dalam mengembangkan ide dan konsep bisnis.

Menurut Fransina, keberhasilan mahasiswa tersebut tidak terlepas dari dukungan Program Studi Ekonomi Pembangunan, baik dalam bentuk pendanaan maupun pendampingan akademik.

Mahasiswa mendapatkan berbagai masukan dari dosen, khususnya para pengampu mata kuliah kewirausahaan, dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

“Kompetisi bisnis tidak hanya menilai produk, tetapi juga keseluruhan proses pengembangan usaha. Mulai dari penyusunan proposal, perencanaan bisnis, pengembangan produk, strategi pemasaran dan promosi, hingga kemampuan mempresentasikan ide bisnis atau pitching di hadapan juri,” ujar Fransina.

Pengalaman Kompetisi Bisa Berlanjut jadi Karya Ilmiah

Dukungan terhadap mahasiswa, kata Fransina, tidak berhenti pada keikutsertaan dalam kompetisi.

Program studi juga membuka peluang agar pengalaman kewirausahaan mahasiswa dapat dikembangkan menjadi bagian dari tugas akhir maupun karya ilmiah.

Dengan demikian, usaha dan gagasan bisnis yang telah dirintis mahasiswa diharapkan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Tak Minder Hadapi Kampus Besar

Bagi anggota Tim Sadeva, kompetisi tingkat nasional tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan tersendiri.