Ende, RakyatNTT.ID – Kapal Motor (KM) Lawit mengalami insiden saat melakukan olah gerak di Pelabuhan IPI Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 16.20 Wita.

Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Waingapu menuju Pelabuhan Ende tersebut dilaporkan mengalami benturan dengan bagian pinggir dermaga saat melakukan manuver.

Penata Layanan Operasional Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Ende, Muhamad Ramadhan, menjelaskan bahwa saat kejadian kondisi arus laut sedikit kencang.

Iklan

Meski demikian, menurut Ramadhan, kondisi tersebut tidak menunjukkan situasi luar biasa sebelum insiden terjadi.

“Pada saat nakhoda melakukan olah gerak kapal, terjadilah benturan,” jelas Ramadhan kepada media, Jumat (30/10/2026).

Ada Kerusakan di Bagian Depan Kapal

Setelah insiden, KSOP Ende langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk PT PELNI Cabang Ende, untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang.

Pemeriksaan awal menunjukkan adanya kerusakan pada bagian depan kapal akibat benturan.

“Yang paling pertama kita lakukan adalah melihat kondisi kapal. Kondisi kapal akibat benturan ada kerusakan di linggi bagian depan,” kata Ramadhan.

Berdasarkan berita acara pemeriksaan, ditemukan pula sedikit kebocoran pada bagian bawah bulbous bow kapal.

Ramadhan mengatakan, pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut akan dilakukan oleh petugas khusus marine inspector. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan dan perbaikan KM Lawit.

KSOP Ende juga berkoordinasi dengan KSOP Kupang serta pihak PELNI untuk memastikan tindak lanjut terhadap kondisi kapal sesuai rekomendasi hasil investigasi.

1.146 Penumpang Berada di KM Lawit

Sementara itu, Plt. Kepala Cabang PELNI Ende, Haikal M. Djibran, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat insiden tersebut.

Haikal menjelaskan, saat kejadian KM Lawit mengangkut 1.146 penumpang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 317 penumpang turun di Pelabuhan Ende.

Sementara itu, perjalanan 379 penumpang yang semula akan berangkat dari Pelabuhan Ende menggunakan KM Lawit dibatalkan akibat insiden tersebut.

PELNI, kata Haikal, melakukan pengembalian dana tiket kepada 379 penumpang tersebut sebesar 100 persen.

PELNI Siapkan KM Igon sebagai Kapal Pengganti

Untuk mengakomodasi penumpang lanjutan, PELNI menyiapkan kapal pengganti melalui skema deviasi rute.

Kapal Motor KM Igon dijadwalkan melakukan deviasi masuk ke Pelabuhan Ende untuk melayani penumpang yang terdampak.

“Untuk penumpang lanjutan kami menyiapkan kapal pengganti yang deviasi masuk ke Ende yaitu Kapal KM Igon,” terang Haikal.

KM Igon dijadwalkan tiba di Pelabuhan Ende sekitar pukul 22.20 Wita dan berangkat kembali pada 31 Oktober 2026 sekitar pukul 01.20 Wita.

Akibat penyesuaian tersebut, rute pelayaran yang sebelumnya Waingapu–Lembar–Surabaya diubah menjadi Waingapu–Ende–Kupang–Lembar–Surabaya.

Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas

Haikal menjelaskan, KM Lawit selama ini melayani rute Kumai, Surabaya, Benoa, Bima, Waingapu, Ende, Lewoleba, Kupang dan Rote secara pulang-pergi.

PELNI terus berkoordinasi dengan KSOP dan pihak terkait untuk memantau perkembangan penanganan insiden tersebut.

“Keselamatan penumpang dan kru kapal tetap menjadi prioritas utama kami,” tegas Haikal.

PELNI juga berkomitmen menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Menurut Haikal, berdasarkan kondisi sementara, kerusakan akibat insiden terjadi pada bagian kapal dan dermaga. Namun, hasil investigasi resmi masih menunggu pemeriksaan dari KSOP.

“Sementara ini masih diinvestigasi juga sama KSOP. Kalau sudah keluar hasilnya dari KSOP baru kita bisa mengetahuinya. Karena yang berwenang adalah dari pihak KSOP,” ujarnya.

Sambil menunggu penanganan lebih lanjut, KM Lawit tetap bersandar di pelabuhan. Sementara penumpang yang terdampak akan dimobilisasi menggunakan kapal pengganti sesuai jadwal yang telah disiapkan. (rnc16)