Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut harus tetap berpijak pada identitas dan kekayaan lokal NTT.

“Berpikir global, berakar lokal, dan berkarya untuk kemanusiaan. Itulah semangat yang saya kira menjadi spirit Undana dan kita semua. Kita mampu membawa kekayaan alam, budaya, kearifan lokal, hasil penelitian, dan berbagai potensi NTT menjadi pengetahuan dan karya yang diakui di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, mitra kerja, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung pengembangan Universitas Nusa Cendana.

Iklan

Ia menjelaskan bahwa dengan banyaknya alumni yang tersebar di berbagai sektor, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keberlanjutan dan memperkuat kontribusi Undana bagi masyarakat.

“Kolaborasi lintas stakeholder dan membangun komunikasi yang positif dengan pemerintah, lembaga masyarakat, serta mitra dunia usaha dan dunia industri adalah kunci bagi Universitas Nusa Cendana saat ini,” ungkap Prof. Jefri Bale.

Rektor menegaskan, Undana tidak ingin menjadi menara gading yang terpisah dari kehidupan masyarakat. Sebaliknya, kampus harus menjadi menara air yang mampu memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat NTT.