Saat diwawancarai pada Selasa (27/10/2026), Farid menyampaikan rasa bangga dan syukur karena dapat mengikuti forum ilmiah internasional sekaligus proses sertifikasi profesi.

Menurut Farid, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akuakultur di tingkat global perlu terus diadaptasi agar sesuai dengan kondisi lokal NTT.

Hal tersebut penting karena karakteristik NTT sebagai wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri, antara lain kondisi lahan yang relatif kering serta keterbatasan sumber air bersih di sejumlah wilayah.

Iklan

Karena itu, pengembangan akuakultur di NTT, kata dia, tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi. Aspek lingkungan, kemampuan adaptasi teknologi, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir juga harus menjadi bagian penting dalam pengembangannya.

Pengetahuan dari ICAI 2026 akan Diimplementasikan di NTT

Farid mengatakan pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang diperoleh melalui ICAI 2026 akan menjadi bagian dari penguatan proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Undana.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat upaya Undana untuk menghubungkan perkembangan teknologi akuakultur dengan kebutuhan masyarakat pesisir NTT.

Sinergi antara riset mahasiswa dan peningkatan kapasitas profesional dosen diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang lebih responsif terhadap persoalan kelautan dan perikanan di daerah.