Kupang, RakyatNTT.ID – Bagaimana relawan menyampaikan arah evakuasi kepada warga Tuli ketika bencana terjadi? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam uji coba Modul Pembelajaran Top Ranger di Kota Kupang.

Para pengemudi transportasi online yang mengikuti pelatihan mengusulkan agar modul kesiapsiagaan bencana dilengkapi dengan bahasa isyarat dasar, sehingga peringatan dini dan informasi keselamatan dapat menjangkau masyarakat dengan kebutuhan komunikasi yang beragam.

Masukan itu muncul dalam pelatihan uji coba modul yang digelar BPBD Kota Kupang bersama Program SIAP SIAGA dan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Kupang pada 26–27 Oktober 2026.

Sebanyak 20 relawan mitra pengemudi Grab mengikuti pembelajaran pada hari pertama yang berfokus pada peringatan dini inklusif dan pelaporan cepat melalui Sistem Informasi Ronda Kebencanaan (SIRONDA).

Relawan Dorong Komunikasi Kebencanaan yang Inklusif

Salah seorang peserta, Elvyliana Daton, menilai kemampuan dasar bahasa isyarat penting dimiliki relawan ketika berhadapan dengan warga Tuli dalam situasi darurat.

Menurutnya, relawan perlu mengetahui cara sederhana untuk menunjukkan arah, rute, maupun titik evakuasi agar warga Tuli tetap memperoleh informasi keselamatan secara cepat.