Peserta lainnya, Dianne Penjaha, mengusulkan agar modul pembelajaran memuat kosakata bahasa isyarat yang berkaitan dengan kebencanaan dan dapat digunakan dalam interaksi sehari-hari.

Kebutuhan komunikasi inklusif juga dinilai tidak hanya berkaitan dengan warga Tuli. Peserta menyoroti masyarakat lanjut usia yang mungkin kesulitan memahami bahasa Indonesia formal.

Karena itu, pesan kebencanaan dinilai perlu disampaikan secara ringkas, sederhana, mudah dipahami, dan bila diperlukan menggunakan gestur pendukung.

Fasilitator Elsje Sjioen mencatat berbagai masukan tersebut sebagai bahan penyempurnaan modul.

Dalam diskusi, peserta juga diingatkan bahwa metode penyampaian informasi dapat disesuaikan dengan karakteristik penerima, namun substansi peringatan resmi dari instansi berwenang harus tetap dipertahankan.

Top Ranger jadi Mata dan Tangan BPBD di Lapangan

TOP Rangers, atau Transportasi Online Peduli Relawan Penanggulangan Bencana, merupakan komunitas pengemudi transportasi online yang dilatih untuk mendukung upaya penanggulangan bencana di Kota Kupang.

Melalui inisiatif BPBD Kota Kupang bersama Grab dengan dukungan Program SIAP SIAGA, para pengemudi dibekali kemampuan menyampaikan peringatan dini, melaporkan kejadian bencana, serta membantu proses evakuasi dan pelayanan darurat sesuai kapasitas mereka sebagai relawan.