Menurutnya, RUPS telah membahas sejumlah agenda strategis yang harus segera ditindaklanjuti oleh pengurus Bank NTT. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah peningkatan koordinasi dengan para kepala daerah selaku pemegang saham.

Melki meminta pengurus Bank NTT membangun komunikasi rutin dengan pemerintah daerah untuk membahas perkembangan ekonomi, kebutuhan pembiayaan pembangunan, serta kontribusi bank daerah di masing-masing wilayah.

“Himbara saja setiap bulan bertemu dengan kepala daerah. Bank-bank swasta juga demikian. Jadi, pengurus Bank NTT setiap bulan harus bertemu dengan kepala daerah, mendiskusikan perkembangan daerah dan bagaimana kontribusi BPD di masing-masing daerah,” tegasnya.

Selain memperkuat koordinasi, Melki menekankan pentingnya fungsi pengawasan Dewan Komisaris yang objektif, independen, dan bebas dari berbagai kepentingan.

Dengan pengalaman panjang di bidang birokrasi, Rita Wuisan diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif antara Bank NTT dan para pemangku kepentingan, mulai dari kepala daerah, aparatur sipil negara (ASN), pelaku ekonomi, hingga berbagai pihak lainnya.

“Kami berharap, dengan komposisi yang sudah ada ini, perjalanan Bank NTT ke depan harus lebih hebat lagi. Penguatan tata kelola harus dilakukan dengan baik sehingga Bank NTT bisa menggerakkan ekonomi daerah dan masyarakat di berbagai lapisan,” ungkap Melki.