Kupang, RakyatNTT.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengingatkan jajaran direksi Bank NTT untuk memperkuat sistem keamanan digital dan manajemen risiko guna mengantisipasi ancaman kejahatan siber yang semakin berkembang.

Peringatan tersebut disampaikan Melki dalam sambutannya saat melantik Flouri Rita Wuisan sebagai Komisaris Independen Bank NTT, Senin (26/10/2026).

Menurut Melki, di tengah transformasi digital, kejahatan siber menjadi ancaman serius bagi tata kelola perbankan. Sejumlah bank, baik bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun bank pembangunan daerah, pernah mengalami gangguan keamanan sistem yang mengakibatkan kerugian finansial.

“Saya sudah berkali-kali berpesan kepada Pak Dirut dan berbagai direksi di Bank NTT untuk memperkuat sistem keamanan. Tidak boleh ada uang satu sen pun yang hilang, baik karena risiko digital maupun fraud. Manajemen risiko harus lebih diperketat,” tegas Melki.

Menanggapi peringatan tersebut, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengakui bahwa kejahatan siber merupakan salah satu ancaman serius bagi industri perbankan.

“Sudah banyak bank yang kena dan Bank NTT bersyukur karena sampai saat ini belum pernah mengalaminya,” ujar Charlie saat diwawancarai seusai pelantikan Flouri Rita Wuisan.