Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada akhir perdagangan Selasa (6/10/2026). Rupiah naik 18 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.899 per dolar AS.
Penguatan rupiah berlangsung di tengah pasar yang masih mencermati berbagai sentimen global, mulai dari perkembangan geopolitik di Yaman hingga prospek kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen eksternal yang memengaruhi pasar datang dari perkembangan konflik di Yaman.
Dalam risetnya, Ibrahim menyebut pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, dengan dukungan serangan udara besar-besaran dari Arab Saudi, mencapai pinggiran Kota Mocha pada Senin malam.
“Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa kota tersebut telah berhasil direbut,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen mengenai sejauh mana keberhasilan pasukan pemerintah Yaman. Kelompok Houthi yang menguasai sejumlah wilayah padat penduduk di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa sejak 2014, juga membantah klaim pemerintah yang didukung Saudi tersebut.
Konflik Yaman jadi Perhatian Pasar
Di sisi lain, kelompok Houthi dilaporkan mencatat kemajuan di sekitar Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman. Berdasarkan keterangan sejumlah sumber militer pemerintah Yaman, Houthi menguasai sebagian jalan pegunungan yang berpotensi membuat pasukan pemerintah terisolasi.
Meski demikian, salah satu sumber pemerintah membantah bahwa akses jalan tersebut telah sepenuhnya terputus.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan