Di hadapan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Paulus memaparkan sejumlah strategi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam mendorong pembangunan, terutama di tengah tantangan sebagai daerah kepulauan dan wilayah perbatasan negara.

Salah satu capaian yang disorot adalah pertumbuhan ekonomi Rote Ndao.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Rote Ndao meningkat dari 3,21 persen pada 2024 menjadi 7,96 persen pada 2025.

Angka tersebut disebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita semua, karena merupakan bagian dari perjalanan panjang pembangunan Kabupaten Rote Ndao. Perjalanan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor dan lintas periode pemerintahan,” kata Paulus.

Paulus Henuk: Penghargaan bukan Kerja Satu Orang

Paulus Henuk menegaskan bahwa capaian pembangunan dan penghargaan yang diraih Rote Ndao bukan hasil kerja satu orang atau satu pemerintahan semata.

Menurutnya, pembangunan daerah merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, pemimpin terdahulu, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga mengajak masyarakat Rote Ndao untuk mempertahankan persatuan dan harmoni sebagai modal penting dalam melanjutkan pembangunan.