Pendekatan ini diharapkan membuat keterlibatan pengemudi online dalam penanggulangan bencana berlangsung secara aman, terkoordinasi, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Peserta Usulkan Modul TOP Rangers Berbentuk Buku Saku

Selain mengevaluasi isi pelatihan, peserta memberikan masukan terkait bentuk dan desain modul. Dokumen berukuran kertas legal dinilai kurang praktis untuk dibawa pengemudi yang sehari-hari bekerja di jalan.

Peserta mengusulkan agar modul diubah menjadi buku saku serta tersedia dalam format digital yang dapat diakses melalui telepon seluler.

Iklan

Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Kupang, Popi Matau, mengatakan panduan berukuran ringkas akan memudahkan relawan menyimpan dan membuka kembali materi saat diperlukan.

“Kalau kita lihat kondisi modulnya yang kertasnya legal panjang itu, kalau ditaruh di jok motor kurang efektif. Tetapi ketika kita membuat dalam bentuk seperti buku saku, itu mungkin lebih efektif untuk mereka yang berada di jalan. Jadi kalau ada hal-hal yang terlupakan bisa lihat, buka,” katanya.

Peserta juga mengusulkan penambahan ilustrasi, infografis, dan alur visual untuk mempermudah pemahaman. Salah satu masukan yang muncul adalah penggunaan konsep cerita bergambar agar langkah-langkah penanganan situasi darurat dapat dipelajari dengan lebih cepat.