Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sorotan tersebut berkaitan dengan transparansi kepemilikan saham, terbatasnya porsi saham yang beredar di publik (free float), serta dugaan praktik perdagangan yang tidak sehat, termasuk manipulasi harga saham atau yang dikenal sebagai saham gorengan.
Hashim menilai persoalan tersebut perlu segera ditangani karena dapat memengaruhi kepercayaan investor internasional terhadap integritas pasar modal Indonesia.
Ia juga mengungkapkan bahwa risiko pelemahan rupiah telah dibahas bersama Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.
Menurut Hashim, pembenahan tata kelola pasar modal menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor, melindungi kepentingan pemodal, dan mengurangi risiko keluarnya modal asing.
BI Sebut Faktor Global Turut Memengaruhi Rupiah
Menanggapi dinamika tersebut, Destry menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi domestik, tetapi juga perkembangan ekonomi global yang berada di luar kendali langsung otoritas Indonesia.
Ia mencontohkan respons positif pasar terhadap keputusan bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) yang tidak menaikkan suku bunga. Perkembangan kebijakan moneter AS tersebut dapat memengaruhi pergerakan mata uang dan sentimen investor di berbagai negara.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan