Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), termasuk mengantisipasi penyebaran rabies melalui pengawasan ketat terhadap lalu lintas hewan.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Satuan Tugas (Satgas) PHMS Kabupaten Sabu Raijua yang dipimpin Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., di Ruang Vicon Lantai II Kantor Bupati Sabu Raijua, Rabu (23/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Wabup Thobias menekankan pentingnya memperketat pengawasan terhadap hewan, terutama anjing, yang masuk ke wilayah Sabu Raijua melalui jalur pemeriksaan.
Menurutnya, pengawasan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) perlu diperkuat untuk mencegah masuknya hewan yang berpotensi membawa penyakit, khususnya rabies.
“Pengawasan harus diperketat. Saya melihat di lapangan kita masih kecolongan. Karena itu, tim harus waspada dan melihat betul berbagai cara yang mungkin dilakukan untuk membawa hewan masuk ke Sabu,” tegas Thobias.
Ia meminta seluruh jajaran Satgas PHMS tidak lengah dan memastikan setiap hewan yang masuk melalui jalur pemeriksaan dapat diawasi sesuai ketentuan.
Pengeluaran Ternak Harus Berbasis Data
Selain mengawasi hewan yang masuk, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua juga akan memperkuat pengendalian terhadap ternak yang keluar dari wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan