Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Keberadaan laboratorium tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemeriksaan sekaligus memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit hewan.
Belajar dari Penanganan Leptospirosis
Dalam rapat Satgas PHMS, Thobias juga mengingatkan pengalaman Kabupaten Sabu Raijua dalam menangani kasus leptospirosis yang berkaitan dengan penularan melalui tikus.
Saat kejadian tersebut, pemerintah bersama jajaran terkait melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari rapat koordinasi, pembersihan lingkungan di lokasi terdampak, pengendalian tikus hingga pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
Hasil penanganan menunjukkan penyakit tersebut tidak lagi ditemukan.
Meski demikian, Thobias mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tidak mengendurkan kewaspadaan.
“Walaupun penyakitnya sudah tidak ada lagi, kita tidak boleh lengah. Edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat harus terus dilakukan, terutama mengenai bahaya penyakit yang dapat ditularkan oleh tikus,” katanya.
Edukasi tersebut, lanjutnya, perlu dilakukan secara intensif dengan menekankan pentingnya kebersihan rumah, lingkungan sekitar hingga area sumur yang menjadi sumber air masyarakat.
Warga Diminta Waspadai Pangan Asal Hewan
Aspek keamanan pangan asal hewan juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan