Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi Nusa Tenggara Timur (NTT) justru dapat menjadi peluang bagi pengembangan inovasi di bidang sains dan teknologi.

Ia menyebut perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan bioteknologi juga perlu dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ini sebuah kebanggaan bagi kami khususnya dari FST Undana untuk menyambut kedatangan seluruh delegasi, ilmuwan, dan akademisi di ICEST. Kolaborasi ini merefleksikan kreativitas dan komitmen dari segala disiplin ilmu untuk menghasilkan inovasi yang berdampak,” ujar Prof. Philiphi.

Iklan

Ia menegaskan, ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti pada tataran teori dan penelitian semata.

“Jangan jadikan ilmu sains hanya sekadar ilmu, tapi ilmu sains harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Rektor Undana: Konferensi Harus Hasilkan Solusi Nyata

Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., mengatakan konferensi internasional tersebut menjadi momentum mempertemukan berbagai pemikiran, pengalaman akademik, dan latar belakang budaya.

Menurutnya, keberagaman tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun kerja sama dan menghasilkan inovasi yang dapat dirasakan masyarakat.

“Jadikan konferensi internasional ini sebagai peluang untuk bekerja sama, memberi inspirasi bagi generasi muda, dan menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya menjadi tempat mempresentasikan karya ilmiah,” tutur Prof. Jefri Bale.