Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sejumlah faktor yang perlu diperhatikan antara lain potensi kekeringan, kondisi drainase, erosi, sedimentasi, hingga kerusakan bangunan air.
Desain optimasi lahan juga diharapkan tidak dilakukan dengan pola yang seragam atau sekadar menyalin desain sebelumnya. Pengukuran di lapangan harus dilakukan secara akurat agar desain yang dihasilkan dapat mendukung peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas petani.
Administrasi Swakelola Diperketat
Selain kualitas teknis, aspek administrasi pelaksanaan kegiatan juga menjadi perhatian dalam rapat evaluasi.
Setiap tim pelaksana SID Oplah diwajibkan memastikan seluruh dokumen pendukung kegiatan tersedia dan dapat diverifikasi. Dokumen tersebut meliputi berita acara bersama kelompok tani, logbook kegiatan, foto yang dilengkapi referensi geografis terkait sumber air dan bangunan, serta dokumen pertanggungjawaban anggaran sesuai Standar Biaya Masukan (SBM).
Kelengkapan dokumen tersebut menjadi bagian dari mitigasi untuk menghadapi proses audit maupun verifikasi lapangan.
Prinsip yang ditekankan dalam pengelolaan kegiatan SID Oplah 2026 adalah setiap pekerjaan harus terdokumentasi dan setiap dokumentasi harus dapat membuktikan bahwa pekerjaan tersebut benar-benar telah dilaksanakan.
Target SID Cetak Sawah Capai 169.925 Hektare
Dalam rapat yang sama, Kementerian Pertanian turut memaparkan perkembangan SID Cetak Sawah Rakyat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan